Rem Mobil Bunyi : Gejala dan Cara Perawatan Rem Mobil

Salah satu komponen penting dalam sebuah kendaraan adalah rem sebagai alat untuk mengontrol laju kendaraan. Sehingga dalam keseharian dalam berkendara perlu diperhatikan komponen yang kita sebut sebagai rem tersebut. Baik itu rem hidrolik, rem cakram, rem tromol pada mobil dan rem ABS memerlukan perawatan untuk menjaga kondisi komponen tersebut sebaagai usaha antisipasi untuk mencegah rem blong.Rem Cakram

Gejala rem blong serta pencegahan dengan cara perawatan rem mobil perlu diperhatikan seperti rem mobil bunyi, rem mobil berbau hangus, atau rem mobil bergetar segera periksa keadaan rem mobil anda.

Berikut ini adalah gejala dan cara perawatan rem mobil yang di sadur bebas dari Kompas.com (25/03/12) sebagai berikut :

Gejala rem blong

  1. Untuk mobil yang dilengkapi dengan anti-lock brake system (ABS), bila indikatornya menyala, berarti sensor di roda tidak berfungsi dengan baik atau kampas sudah menipis. Kalau indikator rem parkir menyala, berarti terjadi kebocoran atau minyak rem habis.
  2. Ketika pedal rem diinjak dan terasa ada getaran, berbunyi berarti ada benjolan atau permukaan piringan rem tidak rata.
  3. Kalau ada bau hangus seperti minyak terbakar dari lingkar roda, pertanda terjadi kebocoran di sekitar kaliper. Untuk mengatasinya, perbaikan mesti dilakukan di bengkel resmi atau terpecaya.

Perawatan rem mobil

  1. Periksa kondisi minyak rem seminggu sekali atau ganti setiap 50.000 km. Apabila sebelum batas minimal jumlah minyak sudah habis periksa karna kemungkina berpotensi terdapat kebocoran.
  2. Periksa ketebalan kampas (pad0 rem (untuk rem cakram). Produsen umumnya merekomendasikan penggantian kampas setiap 25.000 km. Kendati demikian, kampas bisa saja lebih cepat tipis. Untuk mengetahuinya, memasukkan jari ke sela-sela kampas rem dan kaliper saat rem dingin.
  3. Untuk sepatu rem (pada rem teromol) pergantian material direkomendasikan 4 banding 1. Artinya, jika kampas rem sudah diganti 4 kali, pada peroide keempat sepatu rem juga harus diganti. Berdasarkan jarak, sepatu rem diganti setiap 100.000 km karena bebannya lebih ringan dibanding kampas.
  4. Lakukan servis besar setiap 50.000 km.
  5. Periksa lampu rem. Dengan ini, penggendara yang berada di belakang mengetahui Anda mengoperasikan rem, Penggantian warna tidak dibenarkan. Penyebabnya, warna merah paling gampang mempengaruhi psikologis untuk melakukan reflek antisipasi.
  6. Jangan sembarangan mengganti komponen rem dengan produk aftermarket dan melakukan perbaikan melalui mekanik bukan bengkel resmi. Bisa menghilangkan garansi!

Semoga beberapa tips dan cara mencegah rem blong tersebut bisa diterapkan agar menghindari kejadian fatal saat dijalan. Karena mencegah lebih baik daripada tidak mencegah sama sekali. Waspada dan selalu menjaga serta merawat kesehatan mobil merupakan bentuk dan usaha dari cara menghindari kecelakaan di jalan.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*